UJIAN PRAKTIK BLOG – NO: 01-042-168-9

Tema: Budaya Tertib Berlalulintas

 

Hello, guys. Bukan rahasia lagi kalau setiap orang menginginkan sesuatu yang menimbulkan perasaan praktis dan nyaman bagi dirinya. Tapi kalau yang mengalami perasaan itu adalah orang Indonesia, bisa gawat. Tahu kenapa? Karena orang Indonesia adalah tipe-tipe penekat petarung sejati yang sering abai pada resiko baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Nah, pernah gak sih dibikin sebel sama kelakuan orang yang melanggar lalu lintas, dan saat kita ngomel karena kelakuan dia bisa membahayakan kita, dia malah balik ngomel? Orang kayak gitu kalau dijadiin prajurit perang, pasti awalnya bikin musuh ketakutan, tapi dia bakal mati duluan, nekatnya kelewatan sih.

Atau yang tipe-tipe ini nih

 


Tipe kayak gini? Emang bikin dongkol nih.

Bukan hal yang mengherankan deh kalau tingkat kecelakaan lalu lintas Indonesia tergolong tinggi. Sedikit share pengalaman, pernah tuh, ketika gue dan temen-temen akan mengikuti suatu acara, kami ke tempat acara dengan bersepeda. Tapi di jalan, mereka sering nerobos lampu merah dan kalaupun gak nerobos, mereka berhenti di luar garis marka. Kita juga sempet kelewatan dari tempat acara yang berada di kiri jalan, jadi kita harus balik, tapi mereka lebih memilih untuk melawan arus saat gue saranin untuk nyebrang dulu, baru deh nyebrang lagi sesampai di seberang tempat acara. dan Anehnya lagi, mereka malah ngebanyol dan ngetawain gue, “Cupu deh, kalo Syifa mah nyelip becak aja mana berani? Apalagi beginian hahahaha.” Jaman sekarang, orang yang bener malah dianggap cupu, disitu kadang saya merasa sedih.

Oh iya, ngomong-ngomong soal melawan arus, ada sejarahnya nih kenapa beberapa negara, termasuk Indonesia, menggunakan jalur kiri dalam lalu lintasnya.

Asal usul penggunaan kemudi di sebelah kanan ini sendiri diperkirakan berasal dari kebiasaan Ksatria di Kerajaan Inggris semasa perang yang memakai kereta perang, agar memudahkan ketika akan beradu pedang dengan musuhnya yang ada di sebelah kanan (sisi pedang) karena biasanya orang menggunakan tangan kanannya untuk menggenggam pedang. Dari kebiasaan penggunaan kereta perang tersebut tersebut kemudian dilanjutkan peletakan kemudi pada mobil.

“Itu kan di Inggris, sedangkan Indonesia lebih lama dijajah Belanda yang notabene adalah right-driving country, kenapa Indonesia pake jalur kiri?” entah sejak kapan Indonesia menetapkan lajur kiri sebagai lajur tetapnya, mungkin karena aku sayang kamu Indonesia dikelilingi oleh negara bekas jajahan Inggris yang jelas-jelas berkiblat pada UK, hal ini secara tidak langsung memengaruhi kebiasaan dan politik dagang kita.

Advertisements